Model Pengembangan Koleksi Buku Di Taman Bacaan Masyarakat Di Yogyakarta

Authors

  • Moh Mursyid Universitas Islam Mulia Yogyakarta Author

DOI:

https://doi.org/10.67157/jolista.1.1.2024.7

Keywords:

pengembangan koleksi, minat baca, taman bacaan masyarakat

Abstract

Pendahuluan: penelitian ini membahas tentang bagaimana strategi pengembangan koleksi buku yang ada di taman bacaan masyarakat (TBM) yang ada di Yogyakarta. Metode penelitian: penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian kuaitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilakukan di TBM Cakruk Pintar, Sleman, Yogyakarta. Hasil dan Pembahasan: Proses pengembangan koleksi di TBM Cakruk Pintar dilakukan melalui beberapa tahapan. Pertama, analisis masyarakat. Pada tahap ini dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan melibatkan warga dan observasi lingkungan sekitar. Kedua, menentukan kebijakan seleksi. Pada tahap ini, belum ada kebijakan tertulis. Namun, dalam pelaksanaanya ada beberapa kriteria dalam proses seleksi koleksi, yaitu; 1) jumlah koleksi di TBM dibatasi hanya 3.000 eksemplar; 2) kualitas koleksi lebih diutamakan ketimbang kuantitas; 3) koleksi harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat; 4) koleksi tidak mengandung SARA; 5) memiliki informasi yang update; dan 6) koleksi memiliki kebermanfaatan bagi masyarakat. Ketiga, seleksi terhadap koleksi buku. Proses seleksi di TBM Cakruk Pintar tidak menggunakan alat bantu khusus seperti katalog penerbit. TBM Cakruk Pintar melibatkan warga dalam proses seleksi, misalnya dengan mengajak langsung ke toko buku untuk memilih buku yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Keempat, pengadaan koleksi buku Proses pengadaan ini dilakukan dengan pembelian secara incidental (tidak rutin), pemberian hadiah, dan menerbitkan buku sendiri. Kelima, penyiangan koleksi. Kriteria buku yang disiangi meliputi; 1) buku memiliki jumlah eksemlar ganda; 2) buku sudah rusak; 3) buku tidak sesuai dengan nilai-nilai agama dan Pendidikan; 4) buku yang jarang digunakan; 5) buku yang sudah tidak update informasinya. Keenam, evaluasi koleksi. Evaluasi ini dilakukan berdasarkan saran dan kritikan dari warga yang notabene sebagai pengguna TBM. Evaluasi ini sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan koleksi buku di TBM. Kesimpulan: Dalam upaya pengembangan minat baca di masyarakat, taman bacaan masyarakat perlu melakukan upaya pengembangan koleksi, mulai dari analisis masyarakat, menentukan kebijakan seleksi, seleksi terhadap koleksi, pengadaan koleksi, penyiangan, dan terakhir evaluasi koleksi.

References

Evans, G. Edward, Margaret Zarnosky Saponaro, (2005). Developing Library and Information Center Collection, edisi ke-4, London: Libraries Unlimited.

Helmi Hi. Yusuf. 2023. “Taman Bacaan Masyarakat dan Gerakan Sosial Baru di Indonesia”, diakses melalui https://forumtbm.or.id/taman-bacaan-masyarakat-dan-gerakan-sosial-baru-di-indonesia/ pada 01 Juli 2024

Moleong, L. J. (2011). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remadja Rosdakarya.

Qalyubi, Syihabuddin, dkk. (2007) Dasar-dasar Ilmu Perpustakaan dan Inforrmasi. Yogyakarta: Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Adab UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Suwarno, Wiji, (2011). Perpustakaan dan Buku: Wacana Penulisan dan Penerbitan, Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Undang-undang nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan

Yulia, Yuyu, Sujana, Janti Gristinawati, (2009). Pengembangan Koleksi. Jakarta: Universitas Terbuka.

Yulia, Yuyu, dkk, Pengadaan Bahan Pustaka, Jakarta: Univeritas Terbuka, 1994.

https://www.scribd.com/document/362007581/Data-Tbm-Di-Yogyakarta, diakses pada 01 Juli 2024

Downloads

Published

30-06-2024

How to Cite

Model Pengembangan Koleksi Buku Di Taman Bacaan Masyarakat Di Yogyakarta. (2024). Journal Of Library Science And Technology, 1(1), 82-98. https://doi.org/10.67157/jolista.1.1.2024.7